Mataram, PusaranBerita.com
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Kali ini, BRIN mengajak BRIDA Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengoptimalkan potensi daerah dengan pendekatan berbasis riset dan inovasi.
Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN Raden Arthur Ario Lelono menyampaikan, kemitraan dengan BRIDA NTB diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pembangunan daerah. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, pariwisata, hingga energi terbarukan.
“NTB memiliki kekayaan alam dan kearifan lokal yang luar biasa. Dengan riset dan inovasi yang tepat, potensi tersebut dapat diolah menjadi keunggulan kompetitif yang berdaya saing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global,” ujar Arthur saat melakukan kunjungan kerja untuk beraudiensi dengan BRIDA NTB di Mataram Provinsi NTB, Senin (15/09).
Lebih lanjut Arthur menambahkan, dukungan pendanaan akan diarahkan untuk mendorong riset yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“BRIN siap mendukung dari sisi pendanaan agar riset-riset yang dilakukan tidak berhenti di laboratorium saja, melainkan bisa dihilirisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB,” jelas Raden Arthur.
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi, menyambut baik inisiasi ini. Menurutnya, kerja sama dengan BRIN akan memperkuat upaya pemerintah provinsi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami siap bersinergi dengan BRIN untuk memperkuat ekosistem riset di NTB. Dengan dukungan infrastruktur riset dan kapasitas SDM, kami yakin potensi daerah dapat dikembangkan menjadi inovasi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap I Gede Putu Aryadi.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BRIN membuka berbagai skema pendanaan riset dan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti, perguruan tinggi, UMKM, dan industri di NTB melalui rekomendasi BRIDA.
Berbagai skema pendanaan tersebut antara lain pendanaan riset dan inovasi. Peneliti BRIDA dapat bergabung dalam program Riset dan Inovasi Indonesia Maju (RIIM) Invitasi, atau bekerja sama dengan perguruan tinggi yang terlibat dalam Pusat Kolaborasi Riset. Program ini dibuka sepanjang tahun dengan dukungan dana abadi penelitian LPDP.
Selanjutnya, dukungan untuk Startup berbasis riset, BRIN memberikan skema pendanaan bagi UMKM, startup, dan industri berbasis riset. Pendanaan berikutnya, BRIN menyediakan pendanaan untuk pengujian produk inovasi, termasuk uji pra-klinik tahap 1 dan 2, diusulkan oleh industri yang membutuhkan. Kemudian, ada insentif publikasi Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL), berupa pendanaan insentif untuk penerbitan buku terkait kearifan lokal.
Dengan kolaborasi ini, BRIN berharap NTB dapat menjadi salah satu model daerah yang berhasil mengintegrasikan riset dan inovasi dalam pembangunan. “Sejalan dengan visi Indonesia menuju bangsa berdaya saing dan mandiri,” pungkas Arthur.(Humas BRIN)












