Example floating
Example floating
BERITAPEMERINTAHANPENDIDIKAN

Kepala BRIDA NTB: Arah Riset di NTB Saat ini Harus Selaras Dengan Peta Jalan Pembangunan Daerah

38
×

Kepala BRIDA NTB: Arah Riset di NTB Saat ini Harus Selaras Dengan Peta Jalan Pembangunan Daerah

Share this article

Mataram, PusaranBerita.com

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperluas jejaring kolaborasi akademis untuk memecahkan persoalan daerah.

Terbaru, BRIDA NTB menerima kunjungan strategis dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), guna menginisiasi kerja sama berbasis Tridharma Perguruan Tinggi, Selasa (20/1).

Pertemuan ini menjadi langkah nyata dalam mengakselerasi peningkatan mutu riset dan menciptakan inovasi kebijakan yang relevan bagi pembangunan di Bumi Gora. Sinergi antara birokrasi dan akademisi ini diharapkan mampu melahirkan solusi berbasis data atas berbagai tantangan makro di NTB.

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, dalam sambutannya menekankan bahwa arah riset di NTB saat ini harus selaras dengan peta jalan (roadmap) pembangunan daerah. Ia memaparkan tiga pilar prioritas yang menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi NTB, yakni Pengentasan Kemiskinan, Ketahanan Pangan, dan mewujudkan Pariwisata Berkualitas Dunia.

“Pemecahan persoalan besar ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita membutuhkan kolaborasi riset yang mendalam bersama perguruan tinggi agar setiap kebijakan yang diambil berbasis pada data dan kajian ilmiah yang kuat,” ujar Aryadi mengutip pemberitaan media Radar Lombok.

Ia menambahkan bahwa peran BRIDA adalah menjadi jembatan antara kebutuhan daerah dan kepakaran akademisi, agar hasil riset tidak hanya berakhir di atas kertas, tetapi memiliki dampak riil bagi kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UB, Ferry Prasetyia, memaparkan sejumlah rencana program yang siap dikolaborasikan dengan Pemprov NTB. Program-program tersebut mencakup tiga aspek utama: Academic Programs, Research Collaboration Programs, dan Community Services Programs.

Salah satu poin menarik yang ditawarkan adalah keterlibatan mahasiswa melalui program magang yang terintegrasi dengan kebijakan daerah. Mahasiswa FEB UB tidak hanya sekadar belajar, tetapi ikut berkontribusi dalam penyusunan kebijakan riil di lapangan.

Adapun bidang spesifik yang menjadi sasaran magang tersebut meliputi kebijakan dan perencanaan daerah; desa fiskal cerdas (penguatan tata kelola keuangan desa); koperasi dan UMKM daerah; serta riset dan data pembangunan.

“Melalui wadah ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar nyata, sementara Pemerintah Daerah terbantu dalam pengolahan data dan penyusunan draf kebijakan,” ungkap Ferry.

Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, kedua belah pihak kini tengah mematangkan prosedur Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kepala BRIDA NTB telah menginstruksikan seluruh Kelompok Kerja (Pokja) di internal BRIDA untuk segera melakukan identifikasi ranah spesifik di tiap sektor yang dapat disinergikan dengan kepakaran dari Universitas Brawijaya.

Langkah ini diharapkan segera membuahkan aksi nyata, sehingga kolaborasi inovatif antara kampus asal Malang tersebut dengan Pemprov NTB dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat.

(Sumber: Radar Lombok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *