Mataram, PusaranBerita.com
Wajah sektor ekonomi informal di Nusa Tenggara Barat kini mulai bersiap menyongsong era digital dan ramah lingkungan.
Hal ini terlihat jelas dalam kemeriahan Pesta Rakyat Asongan NTB 2026 yang digelar di Komplek Islamic Center NTB, Kota Mataram, pada Minggu lalu, mengutip pemberitaan media Lombok Post.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan momentum transformasi bagi para pejuang jalanan.
Acara yang diinisiasi oleh Asosiasi Pedagang Asongan (APA) Provinsi NTB ini menandai satu tahun berdirinya organisasi tersebut. Dengan mengusung tema besar “Asongan Sejahtera NTB Makmur Mendunia”, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi antara pemerintah daerah dan ribuan pedagang asongan dari seluruh penjuru Bumi Gora.
Hadir mewakili Pemerintah Provinsi NTB, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, I Gede Putu Aryadi, memberikan bukti nyata bahwa riset dan teknologi tidak hanya milik industri besar.
Dalam kesempatan tersebut, BRIDA secara simbolis menyerahkan bantuan gerobak listrik ramah lingkungan kepada perwakilan anggota APA dari Kabupaten Sumbawa.
Inovasi gerobak listrik ini dirancang khusus untuk mempermudah mobilitas para pedagang tanpa harus membebani mereka dengan biaya bahan bakar yang mahal, sekaligus mendukung kampanye net zero emission di wilayah NTB.
“Kami terus berkomitmen mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan riset dan inovasi. Pembangunan daerah harus inklusif, artinya menyentuh semua lapisan, termasuk kawan-kawan pedagang asongan,” ujar Aryadi di sela-sela acara.
Pesta Rakyat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor, menunjukkan bahwa keberadaan pedagang asongan kini semakin diakui sebagai salah satu pilar penggerak roda ekonomi daerah.
Kehadiran Kepala BRIDA NTB di tengah-tengah para pedagang menjadi simbol kuatnya semangat kolaborasi.
Melalui kemitraan ini, pedagang asongan tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai sektor informal yang terpinggirkan, melainkan mitra strategis dalam mewujudkan visi NTB yang mandiri secara ekonomi.
APA NTB diharapkan menjadi jembatan agar bantuan teknologi dan pelatihan manajerial dari pemerintah dapat terserap secara tepat sasaran.
Membangun Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan
Langkah BRIDA NTB dalam memperkenalkan teknologi gerobak listrik di lingkungan pedagang asongan adalah bukti nyata dari hilirisasi riset tepat guna.
Dengan alat transportasi yang lebih modern dan efisien, diharapkan tingkat kesejahteraan pedagang meningkat seiring dengan berkurangnya beban operasional.
Partisipasi aktif BRIDA dalam perayaan HUT ke-1 APA NTB ini menegaskan visi pemerintah untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Transformasi dari asongan tradisional menuju asongan modern yang berbasis inovasi menjadi langkah awal bagi NTB untuk membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan pun mampu tampil “Makmur Mendunia”.
(Sumber: Lombok Post)












