Example floating
Example floating
BERITAPENDIDIKANPERISTIWA

Terlalu Vulgar Menjual Alat Kontrasepsi, Satpol NTB Ingatkan Ritel Modern di Lombok Menjaga Etika dan Segmen Pasar

97
×

Terlalu Vulgar Menjual Alat Kontrasepsi, Satpol NTB Ingatkan Ritel Modern di Lombok Menjaga Etika dan Segmen Pasar

Share this article

Mataram, PusaranBerita.com

Pertumbuhan ritel modern di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kian pesat. Tak hanya di kawasan perkotaan, gerai-gerai waralaba kini dengan mudah ditemukan hingga ke pelosok desa.

Kehadiran ritel modern memang memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan produk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk produk-produk pabrikan. Namun keberadaannya juga membawa tantangan sosial baru yang tak bisa diabaikan.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah penjualan alat kontrasepsi seperti kondom yang dipajang secara terbuka di rak-rak strategis, di meja kasir. Posisi ini membuat produk mudah terlihat oleh siapa pun, termasuk anak-anak dan remaja. Kondisi ini dinilai tidak etis dan dikhawatirkan mendorong perilaku negatif di kalangan generasi muda.

Beberapa pegawai kasir di sejumlah ritel modern di Lombok mengakui bahwa produk-produk kontrasepsi cukup laris, bahkan sering dibeli oleh kalangan remaja dan pelajar. Menurut pengakuan mereka, penjualan meningkat pada akhir pekan dan hari libur, terutama dari pembeli usia muda. Fakta ini menambah kekhawatiran masyarakat akan mudahnya akses terhadap produk sensitif di ruang publik.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Satpol PP Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., mengimbau seluruh pengelola ritel modern agar lebih memperhatikan aspek etika dalam menempatkan dan menjual produk sensitif seperti alat kontrasepsi.

“Pedagang atau pengelola ritel harus tetap menjaga kepatutan dan etika. Jangan terlalu vulgar dalam menata produk, lihat juga segmen pasarnya,” ujar Fathul Gani mengutip pemberitaan media Suarantb.com pada Minggu 2 November 2025.

Lebih lanjut, Fathul Gani menekankan agar pihak ritel dapat memilah pembeli yang benar-benar membutuhkan produk tersebut, bukan justru menjualnya secara bebas tanpa pengawasan.

“Kasir bisa melihat siapa pembelinya. Kalau masih ABG, sebaiknya jangan dilayani. Kita semua punya tanggung jawab untuk melindungi generasi muda dari perilaku menyimpang,” tegasnya.

Hal ini bagi Dr. Fathul Gani yang juga Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTB menjadi perhatian serius.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas Lombok sebagai daerah yang dikenal berbudaya dan religius.

“Kita ini daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariah dan moral. Jangan sampai karena alasan ekonomi, kita mengorbankan etika dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Meski saat ini baru sebatas imbauan, Satpol PP NTB berencana melakukan pemantauan langsung ke sejumlah ritel modern untuk memastikan penjualan alat kontrasepsi dilakukan secara tertib dan sesuai etika.

“Kami sementara ini masih mengimbau, tapi nanti akan turun langsung untuk melihat dan memberikan pembinaan bila diperlukan,” jelas Fathul Gani.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pengusaha ritel, orang tua, dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga moralitas generasi muda.

“Kalau semua pihak punya niat yang sama, kita bisa mencegah perilaku seks bebas sejak dini. Ini bukan sekedar soal produk, tapi soal masa depan anak bangsa, khususnya kita di daerah Nusa Tenggara Barat” ujarnya. (bul/SuaraNTB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *