Example floating
Example floating
HUKRIMPERISTIWASUDUT PANDANG

Kelihaian Tipu Muslihat 6 Sindikat Perampok Anggaran Masker Covid-19 NTB, Laksana Dazal

130
×

Kelihaian Tipu Muslihat 6 Sindikat Perampok Anggaran Masker Covid-19 NTB, Laksana Dazal

Share this article

Mataram, PusaranBerita.com

Kerja keras dan dedikasi Penyidik ​​Polres Mataram untuk mengungkap dan menggulung para tersangka pelaku perampokan anggaran Masker Covid-19 NTB, berakhir kandas akibat operasi Intelijen hitam level atas.

Suksesnya Misi Klandestin strategis Terpilih dilakukan Enam Perampok yang diback up Unit pelindungnya. Adalah bukti kelihaian penyekatan serta tipu daya dari para Sindikat. Gerombolan maling tersebut cakap memanfaatkan seluruh spektrum sumber daya untuk keluar dari zona peringkusan pihak berwajib.

“Baru beberapa hari ditahan di Sel Polres Mataram, seluruh tersangka dibebaskan pada hari yang sama. Menggunakan Surat keterangan sakit dikeluarkan oknum Dokter, acuan dasar dikabulkannya pembebasan bersyarat”.

Pengembosan kas Bumi Gora disaat gelimpangan mayat dikubur jauh dari keluarganya, takut terpapar Covid-19.
Dilakukan para oknum Pejabat tinggi Lingkup Pemprov NTB dan eks Wakil Bupati Sumbawa adik kandungnya zulkieflimansyah Eks gubernur NTB.

Mereka adalah.,

  1. Wirajaya Kusuma, Mantan Kadiskop UKM NTB (Eks Ka Biro Ekonomi).
  2. Kamaruddin, PPK Proyek Tahap II.
  3. Chalid Tomasoang Bulu, eks Kabid Pembinaan UKM Diskop UKM NTB.
  4. M Haryadi Wahyudin, mantan Koordinator Bidang Auditing LPPOM MUI Perwakilan NTB.
  5. Rabiatul Adawiyah, mantan Kepala Seksi Industri Sandang Bidang Industri Kreatif Disperin NTB.
  6. Dewi Noviany, mantan Wakil Bupati Sumbawa.

Kini, status hukum dari kasus tersebut keberadaannya tidak jelas (Mangkrak). Pihak Kejaksaan telah mengembalikan Berkas perkara ke Penyidik Polres Mataram. Karena dinilai belum lengkap.

Mengutip pemberitaan sejumlah media masa, Skandal perampokan bermula dari proyek pengadaan masker oleh pemerintah Provinsi NTB saat krisis pandemi tahun 2020. Dana sebesar Rp. 12,3 miliar digelontorkan demi mendukung langkah pencegahan penyebaran Covid-19.

“Namun, dalam praktiknya ditemukan indikasi kuat terjadinya penyimpangan. hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, menemukan adanya kerugian negara mencapai Rp1.58 miliar dari proyek tersebut.

Bersambung !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *