Example floating
Example floating
BERITAEKONOMIPEMERINTAHAN

BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Untuk Dukung Agenda Prioritas Daerah

87
×

BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Untuk Dukung Agenda Prioritas Daerah

Share this article

Lombok Barat, PusaranBerita.com

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama BAPPEDA Provinsi NTB dan para pemangku kepentingan menggelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan perencanaan tahun 2027 berbasis riset dan inovasi.

Melalui forum tersebut, dihasilkan sejumlah kesepakatan strategis, antara lain penguatan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, penyusunan perencanaan berbasis data dengan baseline yang terukur, serta komitmen untuk mendorong implementasi inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Forum ini juga menegaskan perlunya tindak lanjut dalam bentuk aksi nyata guna mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya pada agenda pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata.

Pimpinan rapat Kepala BRIDA NTB Putu Aryadi, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang diskusi untuk menghimpun masukan dari seluruh stakeholder agar riset dan inovasi dapat mengawal secara optimal program-program prioritas Gubernur. “BRIDA sebagai OPD yang relatif baru membutuhkan sinergi dan dukungan semua pihak agar mampu berperan maksimal dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Perwakilan BAPPEDA Provinsi NTB Laksmy Fortuna, menjelaskan bahwa Forum Perangkat Daerah merupakan bagian dari siklus perencanaan pembangunan yang akan dilanjutkan melalui Musrenbang dan bermuara pada penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Dalam dokumen RPJMD, BRIDA memiliki peran strategis pada misi ke-7, yaitu percepatan transformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, dan kolaboratif.

“Kinerja BRIDA diukur melalui dua indikator utama, yakni indeks inovasi daerah dan indeks daya saing daerah. Berdasarkan evaluasi tahun 2025, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan agar selaras dengan target RPJMD,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran BRIDA dalam setiap perangkat daerah melalui kajian yang aplikatif dan mampu menjawab isu strategis, termasuk permasalahan persampahan yang saat ini menjadi perhatian.

Sementara itu, Kepala BRIDA Provinsi NTB dalam paparannya menyampaikan bahwa BRIDA telah bertransformasi menjadi organisasi berbasis jabatan fungsional dan mulai aktif melaksanakan riset sejak tahun 2025. BRIDA juga telah menyusun roadmap riset dan inovasi sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan berbasis data dan informasi yang valid.

“Seluruh sektor membutuhkan data dan riset. BRIDA diharapkan berperan sebagai think tank pemerintah daerah dalam menghasilkan kebijakan berbasis evidence,” ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian indeks inovasi daerah NTB mengalami peningkatan signifikan dari 64,23 menjadi 73,25 dalam waktu singkat dan menempatkan NTB pada peringkat 8 besar nasional. Namun demikian, implementasi inovasi di perangkat daerah masih menjadi tantangan, termasuk rendahnya jumlah inovasi yang memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dalam rangka memperkuat ekosistem inovasi, BRIDA mencanangkan program klinik inovasi pada periode 2025–2026 untuk mendampingi perangkat daerah mulai dari penyusunan proposal, implementasi, hingga pengembangan inovasi. Selain itu, BRIDA juga mendorong pelaksanaan sayembara riset dan inovasi bagi peneliti muda serta penyusunan Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah bersama BRIN.

Terkait daya saing daerah, disampaikan bahwa secara kumulatif Provinsi NTB berada di atas rata-rata nasional, yakni 3,53 dibandingkan nasional 3,50. Namun, terdapat beberapa pilar yang masih perlu diperkuat, antara lain adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), stabilitas ekonomi makro, dan pasar kerja.

Dalam forum tersebut juga dipaparkan praktik kolaborasi BRIDA dengan Yayasan Rumah Energi dalam penanganan sampah berbasis teknologi biogas. Program ini memanfaatkan air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi energi alternatif dan pupuk yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Ke depan, program ini direncanakan untuk ditingkatkan skalanya dan menjadi percontohan nasional.

Kepala Perwakilan Yayasan Rumah Energi, Krisna Wijaya, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis data dan sistem menjadi kunci dalam pengembangan inovasi. “Melalui intervensi teknologi biogas, kami tidak hanya menangani persoalan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui manfaat langsung yang diterima,” ujarnya.

Forum ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antar perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, serta memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan ke depan berbasis riset dan inovasi yang terukur, implementatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Sumber: Brida NTB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *