Example floating
Example floating
BERITAEKONOMIPERISTIWA

Kepala BRIDA NTB: Inovasi Yang Tangguh Harus Lahir Dari Analisis Masalah Yang Tajam

49
×

Kepala BRIDA NTB: Inovasi Yang Tangguh Harus Lahir Dari Analisis Masalah Yang Tajam

Share this article

Mataram, PusaranBerita.com

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar uji presentasi inovasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), guna memastikan gagasan yang muncul bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan solusi nyata bagi problematika didaerah.

Kegiatan yang berlangsung di kantor BRIDA NTB, Selasa lalu, menghadirkan dua inovasi unggulan yang diproyeksikan menjadi motor penggerak transformasi digital dan kesehatan.

Pertama, inovasi “Perbaikan Tata Kelola dan Pemanfaatan Data pada Program NTB Satu Data 2024-2025” yang digagas oleh Diskominfotik NTB. Kedua, inovasi “Nifas Connect” besutan RS Mandalika, sebuah platform pendampingan ibu nifas terintegrasi yang berbasis edukasi berkelanjutan.

Kepala BRIDA NTB,I Gede Putu Aryadi, dalam arahannya menekankan bahwa sebuah inovasi yang tangguh harus lahir dari analisis masalah yang tajam. Menurutnya, proposal inovasi tidak boleh hanya berisi rangkaian kata indah, tetapi harus teruji secara empiris, mengutip pemberitaan Radar Lombok.

“Inovasi yang berkualitas wajib dimulai dari proposal yang kuat, didukung oleh data dan fakta di lapangan. Dari sanalah lahir gagasan konkret untuk menutup celah ketimpangan layanan yang ada saat ini,” tegas Aryadi di hadapan tim inovator dan Kelompok Kerja (Pokja) BRIDA.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh usulan akan dipindai secara ketat menggunakan instrumen penilaian standar yang merujuk pada regulasi Kementerian PAN-RB dan Kemendagri. Hal ini dilakukan agar setiap inovasi memiliki legitimasi dan standar nasional.

Tidak hanya soal kecanggihan teknologi, BRIDA NTB menuntut adanya keberlanjutan (sustainability). Tim penilai dari Pokja BRIDA memberikan berbagai catatan kritis terkait rancang bangun inovasi agar program yang diluncurkan tidak mati di tengah jalan.

Diskominfotik NTB, melalui NTB Satu Data, diharapkan mampu menyajikan basis data yang akurat sebagai fondasi pengambilan kebijakan. Sementara itu, “Nifas Connect” diharapkan menjadi jawaban atas tantangan kesehatan ibu dan anak di lingkar kawasan strategis pariwisata.

Aryadi berharap, inovasi-inovasi ini menjadi katalisator bagi visi misi Gubernur NTB, terutama dalam menangani isu-isu krusial seperti penanggulangan kemiskinan melalui akurasi data bantuan sosial, ketahanan pangan dengan integrasi informasi ketersediaan komoditas, serta sektor pariwisata dengan cara meningkatkan kualitas layanan pendukung kesehatan di destinasi super prioritas.

“Jangan sampai inovasi hanya menjadi gugur kewajiban atau sekadar formalitas birokrasi. Inovasi harus mampu mengakselerasi program daerah, dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas,” pungkas Aryadi. (Sumber: Radar Lombok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *